Model of Trade Institutional Arrangements for Leading Commodities in Desa Mandiri Anggur Merah Business Groups in Belu Regency, East Nusa Tenggara Province

Authors

  • Yolanda O.M. Widyasari School of Economics Oemathonis Kupang
  • Theresia Fouk Leu School of Economics Oemathonis Kupang
  • Thomas Ola Langoday School of Economics Oemathonis Kupang

DOI:

https://doi.org/10.55927/ijbae.v5i2.1

Keywords:

Leading Commodities, Trade Institutions, Location Quotient, Shift-Share, Competitiveness, Desa Mandiri Anggur Merah.

Abstract

This study aims to examine leading commodities and to formulate a trade institutional model for business groups under the Desa Mandiri Anggur Merah Program in Belu Regency, East Nusa Tenggara Province. The research was conducted in 11 villages that have received grant funding since 2011. A mixed descriptive approach—both quantitative and qualitative—was employed using the Location Quotient (LQ) and the modified Esteban-Marquillas Shift-Share analysis. The findings indicate that agriculture, particularly the food crops and livestock subsectors, constitutes the economic base sector in Belu Regency. However, the competitiveness of commodities produced by village business groups remains relatively low. The current trade institutional model remains largely traditional, relying primarily on local markets and intermediary traders. The limited development of processing industries and integrated marketing institutions has constrained value addition and product competitiveness. This study recommends strengthening institutional models through service cooperatives, producer cooperatives, and the development of processing industry clusters to enhance bargaining power and expand market access, including cross-border trade opportunities with Timor-Leste. Integrating leading commodity identification with strengthened trade institutions is a key strategy for promoting village economic independence and enhancing competitiveness in border regions.

References

Agustian, A., Supena, F., Syahyuti, & Ariningsih, E. (2003). Studi baseline Program PHT Perkebunan Rakyat Lada di Bangka Belitung dan Lampung (Laporan penelitian). Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian, Bogor.

Amien, M. (2005). Kemandirian Lokal. Gramedia Pustaka Utama.

Anoraga. (1997). [Rujukan definisi strategi perdagangan]. (Dikutip dalam kutaucomp.blogdetik.com; detail publikasi tidak dicantumkan dalam naskah).

Arsyad, L. (1999). Ekonomi Pembangunan. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi, Yayasan Keluarga Pahlawan Negara.

Arsyad, L. (1999). Pengantar Perencanaan dan Pembangunan Ekonomi Daerah. BPFE.

Ashby. (1964). [Rujukan shift-share]. (Tidak dicantumkan detail bibliografi dalam naskah).

Basri, F. H. (2005). Tantangan dan Peluang Otonomi Daerah. Universitas Brawijaya.

Bendavid-Val. (1983). [Rujukan shift-share]. (Tidak dicantumkan detail bibliografi dalam naskah).

Buchari, A. (2000). Kewirausahaan. Alfabeta.

Creamer, D. B. (1943). [Rujukan awal shift-share]. (Tidak dicantumkan detail bibliografi dalam naskah).

Dimyati, A. (2007). Pembinaan Petani dan Kelembagaan Petani. Balitjeruk Online, Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika Tlekung–Batu, Jawa Timur.

Dobson, P., Starkey, K., & Richards, J. (2004). Strategic Management: Issues and Cases. Blackwell Publishing.

Elizabeth, R. (2007a). Penguatan dan Pemberdayaan Kelembagaan Petani Mendukung Pengembangan Agribisnis Kedelai. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Bogor.

Elizabeth, R. (2007b). Restrukturisasi Pemberdayaan Kelembagaan Pangan Mendukung Perekonomian Rakyat di Pedesaan dan Ketahanan Pangan Berkelanjutan (Makalah Simposium Tanaman Pangan V, 29 Agustus 2007). Puslitbangtan Pertanian, Bogor.

Ens-Fitz Jac-Davison, B. (2011). How to Measure Human Resources Management. Kencana Prenada Media Group.

Esteban-Marquillas. (1972). [Modifikasi shift-share]. (Tidak dicantumkan detail bibliografi dalam naskah).

Galib, R. (2005). Ekonomi Regional. Pustaka Ramadhan.

Glasson, J. (1977). Pengantar Perencanaan Regional (P. Sitohang, Penerj.). Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Glueck, W. F., & Jauch, L. R. (1994). Manajemen Strategis dan Kebijakan Perusahaan. Erlangga.

Harahap. (2007). Strategi peningkatan daya saing produk. mora-harahap.blog.co.uk.

Hariadi, B. (2003). Strategi Manajemen. Bayumedia.

Hoover. (1984). [Rujukan shift-share]. (Tidak dicantumkan detail bibliografi dalam naskah).

Kasali, R. (2010). Wirausaha Muda Mandiri. PT Gramedia Pustaka Utama.

Kuncoro, M. (2002). Analisis Spasial dan Regional. UPP AMP YKPN.

Langoday, T. O. (2011). Core competency study of Belu Regency, East Nusa Tenggara Province. Journal of Indonesian Applied Economics, 5(1), 1–15.

Payne, M. (1997). Modern Social Work Theory (2nd ed.). McMillan Press Ltd.

Porter, M. E. (1985). Competitive Advantage: Creating and Sustaining Superior Performance. Free Press.

Porter, M. E. (1998). [Rujukan konsep daya saing]. (Tahun/edisi dirujuk dalam naskah; detail bibliografi tidak dicantumkan).

Purwanto, Syukur, M., & Santoso, P. (2007). Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani dalam Mendukung Pembangunan Pertanian di Jawa Timur. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Malang.

Richardson, H. W. (1991). Dasar-Dasar Ilmu Ekonomi Regional (P. Sitohang, Penerj.). Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Robbins, S. (1996). Perilaku Organisasi. PT Prenhallindo.

Samuelson, P. A., & Nordhaus, W. D. (2001). Economics. McGraw-Hill.

Saptana, Pranadji, Syahyuti, & Roosganda, E. M. (2003). Transformasi Kelembagaan untuk Mendukung Ekonomi Kerakyatan di Pedesaan (Laporan penelitian). PSE, Bogor.

Saputro, N. (2011). Efektivitas Strategi Perdagangan Produk BMT Jogjatama dalam Meningkatkan Keunggulan Kompetitif. Program Studi Sistem Informasi, STIMIK AMIKOM Yogyakarta.

Sedarmayanti. (2001). Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. CV Mandar Maju.

Sjafrizal. (2008). Ekonomi Regional: Teori dan Aplikasi. Baduose Media.

Soepono, P. (1993). Analisis shift-share: Perkembangan dan penerapannya. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia.

Soepono, P. (2001). Teori pertumbuhan berbasis ekonomi (ekspor): Posisi dan sumbangannya bagi perbendaharaan alat-alat analisis regional. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, 16(1).

Stanton. (tanpa tahun). [Rujukan definisi pemasaran]. (Dikutip dalam Saputro, 2011; detail bibliografi tidak dicantumkan dalam naskah).

Suwatno, & Priansa, J. (2011). Manajemen SDM. Alfabeta.

Syahyuti. (2003). Bedah Konsep Kelembagaan: Strategi Pengembangan dan Penerapannya dalam Penelitian Pertanian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian, Bogor.

Syahyuti. (2007). Strategi dan Tantangan dalam Pengembangan Gabungan Kelompoktani (GAPOKTAN) sebagai Kelembagaan Ekonomi di Pedesaan. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Bogor.

Tarigan, R. (2005). Ekonomi Regional: Teori dan Aplikasi. Bumi Aksara.

Taylor, D. R. F., & McKenzie. (1992). Development from Within. Routledge.

Thomson, A. M., & Perry, J. L. (2006). Collaboration processes: Inside the black box. Public Administration Review, 66, 20–32.

Uphoff, N. (1992). Local Institution and Participation for Sustainable Development. IIED.

Zuraida, D., & Rizal, J. (Eds.). (1993). Masyarakat dan Manusia dalam Pembangunan: Pokok-Pokok Pemikiran Selo Soemardjan. Pustaka Sinar Harapan.

Published

2026-03-30

Issue

Section

Articles